Kisah kami
Di bawah langit yang sama, para sahabat berkumpul
Capital Mandarin School telah mengajar bahasa Mandarin dari Beijing sejak 2006 — cukup lama untuk memiliki kisah yang layak diceritakan, dan nama yang layak dijelaskan.
Nama itu
天下汇友 — makna nama Tionghoa kami
Nama Tionghoa kami, 天下汇友, berarti "di bawah langit yang sama, para sahabat berkumpul." Di Tiongkok kekaisaran, "segala yang di bawah langit" (天下) adalah kata untuk dunia itu sendiri — dan yang menarik dari gagasan itu, seperti ditunjukkan pendiri kami, adalah bahwa ia tidak menarik garis mutlak antara pusat dan pinggiran. Semua orang berada di bawah langit yang sama.
Itulah sekolah ini dalam empat karakter. Kami menginginkan sebuah tempat yang dibangun di atas gagasan paling merangkul dalam filsafat Tiongkok sekaligus gagasan paling modern dalam kehidupan internasional: sekolah tempat pertukaran terjadi, persahabatan terjalin, dan budaya saling dipahami — karena kita, umat manusia sedunia, semuanya berada di bawah langit yang sama.
Sang pendiri
Ma Laoshi, yang tak pernah berhenti menjadi murid
Sandy Ma — Ma Laoshi bagi murid-muridnya — lulus dari Beijing Normal University dalam bidang sastra dan budaya Tionghoa pada 1995, mengajar di sebuah sekolah dasar Beijing, lalu menghabiskan dua tahun di Singapura mengajar bahasa Mandarin kepada warga setempat dan ekspatriat. Di sanalah ia menyadari dua tembok di antara budaya: apa yang dilewatkan media, dan bahasa itu sendiri. Sepanjang kariernya ia berupaya merobohkan keduanya. Pada 2006 ia mendirikan sekolahnya sendiri, agar teman-teman asingnya akhirnya dapat belajar bahasa Mandarin dengan cara yang ia tahu bisa diajarkan.
Pepatah kesayangannya adalah 读万卷书行万里路 — "baca sepuluh ribu buku, tempuh sepuluh ribu mil." Membaca memperdalam pengetahuan Anda; bepergian memperluas cakrawala Anda. Ia akan mengatakan bahwa pekerjaannya sesungguhnya adalah hobinya: mengelola sekolah memungkinkannya "membaca" dengan mendengarkan kisah para siswa, dan bepergian melalui tempat-tempat yang mereka ceritakan.
Ketika ia memulai sekolah ini, suaminya — penggemar berat teh pu'er — menawarkan pepatah kesayangannya sendiri: "Teh pu'er, saat diminum, mula-mula sedikit pahit; kemudian terasa manisnya, dan rasanya semakin lama semakin kuat. Begitulah hidup!" Maksudnya, sekolah ini akan berat pada awalnya dan semakin manis setiap tahunnya. Dua dasawarsa kemudian, siswa berusia lima hingga tujuh puluh tujuh tahun telah membuktikan bahwa ia benar.
Tanyakan kepadanya apa yang paling ia sukai dari mengelola sekolah, dan jawabannya bukan kampus atau kurikulum — melainkan mengajar para guru: saat seorang guru menemukan apa yang bisa ia capai dengan dukungan yang tepat, dan murid-muridnya menemukan betapa cepat bahasa Mandarin sebenarnya bisa dipelajari.

Lini masa
Dari satu kantor di Guomao ke kampus desa
2006
Didirikan pada 8 Mei — hari ulang tahun Ma Laoshi sendiri — di sebuah kantor di Guomao, mengajar para profesional ekspatriat Beijing.
2007
Ruang kelas kedua dibuka di Guangming, dengan siswa yang sebagian besar berasal dari Jepang.
2008
Penundaan visa pada tahun Olimpiade mengosongkan ruang-ruang kelas — maka sekolah menciptakan Kamp Musim Panas Bahasa Mandarin-nya. Delapan peserta hadir.
2009
Tiga puluh peserta kamp. Kamp dibagi menurut kelompok usia dan mendapat jadwalnya sendiri — format yang masih dipakai hingga kini.
2010
Cabang ketiga dibuka di Xiangjiang Garden; lebih dari 150 peserta kamp; sekolah saudari pertama bergabung, dari Jerman.
2011
Lebih dari 200 peserta kamp; kursus intensif hari kerja menjadi standar; para guru paruh waktu beralih menjadi guru penuh waktu.
2012
Pembangunan kampus Gaobeidian dimulai; sebuah sekolah dari Jenewa bergabung dengan jaringan sekolah saudari; buku latihan menulis HSK 1–3 buatan sendiri dirampungkan.
2013
Kemitraan di Spanyol menjadikan sekolah ini satu-satunya mitra sekolah bahasa Mandarin di sana; buku latihan karakter HSK dan buku ajar menulis HSK 4 diselesaikan.
2014
Kampus Gaobeidian selesai dibangun, program Study Tour diluncurkan, dan sekolah mengajukan diri menjadi pusat ujian HSK berbasis internet.
2015
Sekolah pindah ke kampus Gaobeidian yang telah rampung — ruang kelas dan akomodasi di bawah satu atap.
2016
Akomodasi residensial Kamp Penuh dibuka di dalam kampus.
2020
Pembatasan Covid menutup ruang-ruang kelas; pengajaran beralih ke daring.
2021
Pengembangan Hantube, aplikasi belajar bahasa Mandarin milik sekolah, dimulai.
2025
Kamp Musim Panas Bahasa Mandarin kembali ke Gaobeidian.
Bab berikutnya biasanya dimulai dengan sapaan
Kenali sekolah yang dibangun Ma Laoshi — beri tahu kami siapa yang akan belajar, dan kami lanjutkan dari sana.